Senin, 28 November 2011

IRONI SEPAKBOLA INDONESIA

Euforia dukungan tehadap timnas sepakbola U-23 telah berlalu.tak ada yg perlu disesali dari kekalahan timnas indonesia muda atas malaysia.Dari segi teknik,mental & stamina, tim harimau malaya memang lebih dominan. berlapang dada itu lebih baik ketimbang terus mencaci & meratap. Yang perlu dilakukan oleh pemegang otoritas persepakbolaan kita sekarang adalah belajar dari kekalahan untuk membentuk timnas sepakbola yg lebih baik dimasa mendatang, minimal bisa berbicara di level asia tenggara. sudah terlalu lama jutaan rakyat indonesia menahan dahaga gelar juara yg tak kunjung terpuaskan oleh timnas kita, Timnas senior ataupun tim U-23 yg baru saja berlaga di sea games. Status sebagai tuan rumah sejatinya menjadi kesempatan barharga untuk merebut gelar tersebut setelah sempat kita raih tahun 1991 lalu. tapi kenyataan berkata lain.terlepas dari faktor teknis, indonesia memang blum beruntung

sekarang saatnya kita menatap kedepan, kembali merancang sistem kompetisi yg lebih baik untuk menghasilkan Timnas yg dapat diandalkan pada event berikutnya,memperbaiki skema pembinaan yg selama ini menjadi kunci dalam keberhasilan sebuah tim sepakbola. optimisme harus terus dibangun di tengah minimnya prestasi timnas. Estimasi 240juta penduduk tentunya bukan jumlah yg sedikit untuk mencari 11 orang pemain bertalenta demi menuntaskan dahaga gelar.dan kompetisi sepakbola kita tentu menjadi wadah untuk mencari 11 patriot garuda'' yg bisa membawa INDONESIA disegani.

tapi masikah ada harapan itu saat kondisi persepakbolaan kita sedang carut marut seperti saat ini ???sepakbola kita penuh ironi saat LSI (liga super indonesia) berjalan,muncul liga tandingan bernama LPI (liga primer indonesia). saat LPI diadopsi dalam kompetisi kita, LSI jadi liga pelarian,, hingga beberapa hari jelang bergulirnya liga indonesia 2011-2012,belum ada kejelasan soal jumlah peserta kompetisi akibat beberapa klub yg masih bimbang memilih 2 liga yg akan bergulir,jadwal pertandingan pun akhirnya berantakan.

sedikit melongok ke Negara seberang. IRAK yg negaranya masih jatuh bangun pasca perang yg berkecamuk selama puluhan tahun, masih bisa berbangga karna prestasi timnas sepakbolanya, negara negara AFRIKA yg kerap dilanda kelaparan & perang saudara, masih bisa menegakkan kepala karena sepakbolanya bisa berbicara di level internasional.
Indonesia yg liganya bergulir reguler plus gelontoran dana APBD yg tidak sedikit harus menelan pil pahit setiap FIRMAN UTINA cs tertunduk lesu meninggalkan arena pertandingan.  kekecewaan atas kekalahan timnas tentu masih tertinggal di benak kita ketika malaysia mempecundangi #BPcs# di piala  AFF 2010 lalu,, bagaimana mereka remuk redam di pra Piala Dunia yg terbaru adalah kekalahan Timnas U-23 lagi lagi dari negara tetangga kita,,malingsial

prestasi memang tidak diraih dari sebuah proses yg instant, negri jiran malaya ygbaru saja memastikan gelar juara sepakbola SEAGames, telah melalui proses pembinaan dan uji coba yg terpola. mereka melakukan uji tanding di SLOVAKIA dan ikut serta dalam turnamen VFF CUP di vietnam , plus friendly match dengan klub'' liga inggris. pemain pemain yg berlaga di senayan kemarin pun adalah talenta talenta muda mereka yg ikut serta mengantarkan malaysia meraih emas di seagames laos 2009 lalu,

ketika bicara soal tangga mencapai prestasi tertinggi, kompetisi yg sistematis & pembinaan yg skematik tentu menjadi jawabannya.
lalu bagaimana dengan indonesia yg sedang gamang kompetisinya sepakbolanya ??
saat kompetisi masih berjalan normal saja, Timnas kita selalu gagal mempersembahkan gelar juara untuk rakyat indonesia. lalu apa yg bisa kita harapkan saat format kompetisi kita masih penuh tanda tanya seperti sekarang ??
Liga yg seharusnya menjadi ajang membentuk sebuah tim nasional yg handal,tidak mampu  kita gelar secara permanen & terorganisir.selalu ada nuansa lain yg mewarnai kompetisi & dunia sepakbola kita yg kadang justru teramat jauh dari nilai nilai sendiri. kompetisi akhirnya menjadi kontra produktif

ya, ancaman dualisme kompetisi akan kembali menjadi isu hangat pasca hingar bingar sepak bola SEA GAMES 2011. bagaimana talenta talenta muda kita di timnas U-23 yg sudah menunjukkan performa yg menjanjikan itu bisa mendapat pembinaan yg maksimal jika kompetisi kita masih misorientasi???

YNWA INDONESIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar